Panen Raya Air Sugihan


Pada tanggal 15 Mei 1981, masyarakat transmigrasi tiba di Kecamatan Air Sugihan  Desa Nusantara Kabupaten OKI,. Desa ini mempunyai luas sekitar 2.000 Ha dan di bagi menjadi 2 blok, yaitu blok K dan blok I, terbelah oleh sungai jalur 29. Jumlah penduduk Desa Nusantara ± 600 KK, 2450 jiwa. Penduduk Desa Nusantara merupakan masyarakat transmigrasi yang mayoritas suku jawa. Bertani/sawah adalah pekerjaan masyarakat Desa Nusantara dalam memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Desa Nusantara merupakan salah satu Desa, eks proyek transmigrasi yang didatangkan oleh pemerintah Orde Baru , Nama desa Nusantara diambil dari nama perusahaan yaitu PT Nusantara Wiraputra , perusahaan ini merupakan salah satu perusahaan yg pernah ada di jalur 27 UPT ( unit pemukiman transmigrasi )di Blok K dan Blok I.

Dari tahun 1995 masyarakat Desa Nusantara beramai – ramai memanfaatkan dan mengelola lahan APL yang  ketika itu masih berupa lahan rawa gambut dalam. Dengan semangat dan  tekad untuk memajukan kehidupan sosial ekonomi – masyarakat bekerja keras menjadikan areal tersebut menjadi lahan produktif.  Perjuangan ekonomi itu tidaklah mudah didapatkan oleh masyarakat, karena berhubungan dengan permodalan, teknologi dan hama (babi hutan dan tikus) yang kerap mengganggu usaha pembukaan dan penggarapan lahan, namun keadaan tersebut tidak menyurutkan kegigihan masyarakat transmigasi untuk mengelola lahan tersebut menjadi lahan yang bermanfaat.

Pada tahun 2003 – 2005 Pemerintah desa atas izin dan persetujuan Kepala Desa  memutuskan pengelolaan lahan tersebut menjadi peraturan desa ( PERDES) dengan menarik Iuran desa Rp 30.000,-/hektar/tahun, dengan adanya Perdes tersebut membuat masyarakat desa Nusantara semakin mantap dalam menggarap lahan tersebut, baru saja secercah harapan indah itu datang, penduduk desa nusantara harus menelan Pil Pahit karena  Pada  tanggal 7 juni 2005 PT Selatan Agro Makmur (SAM) mengajukan Surat Nomor : 001/SAM/2005 tentang Arahan lahan seluas 20.000 Ha, kepada Gubernur Sumatera selatan, kemudian pada tanggal 14 Juni 2005 Gubernur Sumsel menjawab Surat PT SAM . Surat Rekomendasi Arahan Nomor : 593/2334/1/2005 dengan ketentuan sebagai berikut : letak lokasi : Desa Sungai Balang,Desa Bukit Batu dan Desa  Pangkalan Sakti kecamatan Air Sugihan, Desa Lebung itam kecamatan tulung selapan, dan Desa Sunggutan kecamatan  Pampangan. Selanjutnya Pada tanggal 31 Desember tahun 2005 PT. Selatan Agro Makmur memperoleh izin lokasi dari Bupati OKI – Nomor: 460/1998/BPN/26-27/2005, seluas ±42.000 Ha yang terletak di 18 Desa di Kec. Air Sugihan Kab. OKI. Dengan dasar hak inilah perusahaan melakukan pertemuan dengan perangkat desa untuk melakukan Alihfungsi lahan pertanian yang telah di garap oleh petani menjadi lahan perkebunan kelapa sawit.

Tanggal 25 maret 2006 Perusahaan dengan dibantu oleh aparat pemerintahan desa dan kecamatan  melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait rencana kehadiran perusahaan untuk mengalihfungsi lahan pertanian menjadi lahan perkebunan kelapa sawit dengan kemitraan Inti -  Plasma, di pertemuan ini masyarakat desa nusantara menolak kehadiran perusahaan di Desa mereka.

Di bulan Mei 2007 masyarakat Desa Nusantara melalui gabungan kelompok tani  ( GAPOKTAN ), mengajukan permohonan kepada Bupati OKI yang di tembuskan kepada Ketua DPRD Kab OKI, Komisi A DPRD Kab OKI, Dinas Pertanian Kab OKI, BPN Kab OKI, Dinas Perkebunan Kab.OKI  agar lahan usaha pertanian yang telah mereka garap sejak tahun 1995 untuk dapat di serahkan  dan di kelola oleh Warga Desa Nusantara.

Dengan semua kepungan dan tekanan dari Perusahaan untuk terus mengambil semua lahan dengan intens sedari 2010 melalui berbagai cara, beberapa lainnya masih terus bertahan dengan tanah garapan yang telah mereka hidupi jauh sebelum proyek apapun direncanakan. Air Sugihan salahsatunya dan 1 Februrari 2017 ini mereka panen raya lagi untuk sekian kalinya. Panjang umur perjuangan! Panjang umur perjuangan petani atas lahan!