ANARCHISME

Oleh: Ir. Soekarno

(Dari Harian Pikiran Ra'jat tahun 1923
yang diterbitkan ulang oleh Jawa Pos, 6 September 2006 dengan revisi ejaan mengikuti kaedah Ejaan Yang Disempurnakan (EYD))



Salah satu faham dari socialisme ialah anarchisme. Perkataan anarchisme itu adalah terdiri dari perkataan A, archi dan isme. A artinya tidak. Archie artinya memerintah. Isme artinya faham. Jadi makna anarchisme ialah salahsatu faham yang tidak suka sama pemerintahan. Anarchisme ialah salahsatu faham atau aliran dari socialisme, oleh karenanya anarchisme itu adalah lawannya kapitalisme.




Seorang anarchist, ialah pemeluk faham anarchisme itu, tidak suka dengan milik (eigendom), oleh karena hak milik itu lahirnya dari kapitalisme. Selain daripada itu anarchisme itu tidak mufakat dengan tiap-tiap pemerintahan, oleh karena katanya bagaimana demokratis atau kerakyatan pula pemerintahan itu di dalam hakikatnya, tiap-tiap pemerintahan itu mengandung paksaan. Menurut paham Anarchisme, seseorang yang hidup di dalam masyarakat itu berhak atas kemerdekaan seluas-luasnya. Hanyalah pergaulan hidup yang terdiri dari orang-orang yang merdeka itu bisa tentram dan teratur betul. Menurut fahamnya, pergaulan hidup manusia itu bisa beres jika pemerintahan yang bersendi kepada kekuasaan, dan kekuasaan ini yang melahirkan wet-wet itu, dihapuskan.

Oleh karena itu faham anarchisme ini anti-gezag, ialah tidak mufakat dengan kekuasaan: antiwettisch, tidak mufakat dengan wet; dan antiregeering, tidak mufakat dengan pemerintahan. Selain daripada itu faham anarchisme itu antimiliteris, ialah tidak mufakat dengan balatentara. Tidak mufakatnya itu oleh karena militerisme ini adalah suatu stelsel yang mengandung paksaan yang hebat sekali. Oleh karena militerisme ini maka pemuda-pemuda yang bisa bekerja di dalam pabrik-pabrik harus ditutup di dalam benteng-benteng. Anarchisme itu menentangi patriotisme yang hanya mengabdi kepada cinta tanah air. Patriotisme yang kunstmatig yang dihidup-hidupkan di dalam sanubarinya orang-orang yang tidak bertanah-air, oleh karena di dalam tanah-airnya sendiri mereka menderita kelaparan, kesengsaraan dan perbudakan. Patriotisme yang jadi agama baru, yang memisah-misahkan rakyat yang seharusnya hanya mempunyai tanah-air satu ialah menschheid. Juga mereka itu tidak mufakat dengan hakim dan polisi. Juga dengan wettelijk huwelijk, ialah perkawinan menurut wet, mereka tidak mufakat, oleh karena wettelijk huwelijk ini menjadi sebab orang perempuan tidak merdeka. Mereka tidak mufakat dengan minum-minuman keras. Minuman keras ini merusakkan manusia lahir dan batin.

Kaum Anarchist mufakat sekali dengan persamaan milik, oleh karena persamaan milik itu adalah sesuatu hak dari manusia yang dapat menyelamatkan pergaulan hidup manusia.hak persamaan milik itu menentukan hak-haknya seseorang atas alat-alat pembikinan barang dan atas syarat-syarat bagi kebutuhannya manusia. Dengan adanya, hak persamaan milik itu, maka aturan merampas pekerjaan lain orang akan lenyap, oleh karena semua sifat perburuhan itu tidak ada lagi. Seseorang bisa bekerja bagi dirinya sendiri.

Anarchisten itu mufakat sekali dengan persoonlikje vrijheid, ialah kemerdekaan sendiri-sendiri, oleh karena kemerdekaan itu adalah haknya alam yang tidak bisa dihancurkan. Semua kemajuan itu terutama membesarkan persoonlikje vrijheid itu, oleh karena persoonlikje vrijheid ini adalah satu alat yang terbaik bagi manusia untuk hidup bersama-sama yang rukun, tentram dan dimana seseorang itu bisa hidup menurut wataknya sendiri-sendiri ialah pergaulan hidup yang harmonis. Batasnya kemerdekaannya seseorang itu ialah kemerdekaannya orang dengan siapa ia itu hidup. Hanyalah di dalam keadaan merdeka seseorang itu bisa mendapat bahagia di hidupnya. Ketidakmerdekanya orang lain itu akan mengurangi sekali bahagianya sendiri dan oleh karena itu maka adalah kewajibannya seseorang bagi mencapai bahagianya sendiri haruslah menghormati kemerdekaannya lain orang.

Kaum Anarchist mufakat sekali dengan perhubungan merdeka antara lelaki dan perempuan, oleh karena hanyalah perhubungan merdeka antara kedua pihak itu itu mengasih ketentuan kepada orang perempuan hidup merdeka. Perhubungan yang bersendi atas cinta di antara perempuan dan lelaki bisalah mendatangkan kemerdekaan untuk bergaul dan untuk memilih ialah kedua syarat yang dapat melahirkan cinta yang sejati. Cinta yang sejati ini tidak bisa lahir zonder kemerdekaan memilih.

Kaum Anarchist itu setuju sekali dengan pendidikan yang merdeka, dengan vrije ontwikkeling, ialah tumbuh merdeka dengan kemerdekaan berbicara dan kemerdekaan berkumpul, oleh karena ini semua adalah syarat-syarat bagi hidupnya masyarakat yang bersendi atas rede ialah budi. Hanyalah sesudahnya kemerdekaan itu merajalela maka ilmu wetenschap dan seni bisa berkembang dan oleh karena mana mengasih bahagia dan kekuatan kepada masyarakat.

Kaum Anarchist adalah menganjuri persaudaraan yang kekal yang lahirnya dari batin, bukan oleh karena paksaan dan didikan yang kunstmatig. Menurut faham anarchisme orang itu adalah mahluk yang suka bercampurgaul dan tidak bisa dipisahkan dari keadaan dimana ia ditempatkan. Persaudaraan itu adalah lahirnya perasaan dan budi pekerti yang suci dan luhur, oleh karena manusia itu menurut natuurnya harus hidup bersama-sama. Tetapi tiap-tiap orang itu merdeka memilih dengan siapa ia mau bergaul. Semua hal yang memisah-misahkan manusia seperti warnanya muka, bahasa, bangsa, agama, politik itu harus dilenyapkan dan harus dicari apa yang bisa mempersatukan semua manusia.

Menurut faham Anarchisme bukanlah masyarakat yang terpenting tetapi individu, ialah seseorang yang di dalam masyarakat itu yang terpenting. Tinggi dan rendahnya tingkatannya masyarakat itu ditetapkan oleh kualitasnya seseorang dari siapa pergaulan hidup itu sendiri. Seseorang hidup dan tumbuh menurut wataknya sendiri-sendiri dan juga menurut aanlegnya atau kodratnya sendiri-sendiri. Tiap-tiap kemajuan itu ialah terjadi dari tumbuhnya dan lahirnya benih-benih yang tersimpan dan hidup di dalam seseorang. Oleh karena itu anarchisme itu di dalam hakikatnya ialah teori individualisme, teori yang menghargakan manusia lebih dari masyarakat.