APA ITU LITERATUR ALTERNATIF ?

Literatur alternatif  menurut Chris Altton muncul akibat ketidakpuasan atas media yang bersifat homogen. Meskipun di zaman modern ini informasi dapat didapatkan dengan mudah dikarenakan majunya teknologi, seperti: televisi, satelit dan sebagainya. Tapi umumnya tetap bersifat homogen, dimana pembahasannya hanya menyangkut topik-topik 'hangat' yang mengikuti trend dan kemauan pasar. Sedangkan ide-ide yang ingin disuarakan oleh mereka yang ada diluar kemauan pasar atau keinginan pemerintah semakin termarjinalkan karena kepemilikan media massa (mainstream) jatuh pada segelintir orang saja. Maka kesempatan untuk memperdengarkan suara dengan cara yang dikehendaki tanpa harus mengikuti cara orang lain, baik itu editor, wartawan atau sejenisnya, merupakan inti pokok dari penerbitan media alternatif.
Penerbitan media alternatif didefinisikan dengan menggunakan tiga kriteria yaitu :

  1. Penerbitannya haruslah bersifat non-komersil, mencerminkan sifat mementingkan gagasan/ide dan bukan keuntungan. Hal ini merupakan motivasi penerbitannya.
  2. Subyek yang dibahas harus berfokus pada tanggung jawab sosial atau expresi kreatif atau biasanya kombinasi keduanya.
  3. Cukup bila sang penerbit mendefinisikan dirinya sebagai penerbit alternatif.
Di sebutkan juga beberapa sifat literatur alternatif yg secara keseluruhan mencakup berbagai bentuk literatur-literatur alternatif yang cukup heterogen :
  1. Literatur alternatif menawarkan kritik terhadap perspektif-perspektif serta tema-tema     mainstream yang menyediakan analisa-analisa menyeluruh terhadap representasi media akan kepentingan-kepentingan pemerintahan dan bisnis. Literatur alternatif tidak hanya menawarkan metode-metode untuk mendidik dan diskusi kritis serta solusi-solusi, namun juga     menawarkan metode-metode untuk mendidik dan mengorganisir dan mengembangkan aktivisme dalam seluruh aspek kehidupan kita.
  2. Kebanyakan subyek-subyek yg dibahas oleh literatur alternatif bersifat unik, artinya mungkin satu-satunya sarana untuk mendapatkan informasi tentang subyek tersebut adalah media itu saja.
  3. Ciri-ciri diatas dimotori oleh kebutuhan akan perubahan sosial, para penerbit literatur alternatif berusaha mengadakan perubahan dengan tidak menggunakan (bahkan terkadang melawan) struktur-struktur yang telah ada seperti partai dan sejenisnya.
Literatur alternatif memiliki ragam bentuknya, seperti pamflet-pamflet, newsletter, buku-buku cerita (novel) atau puisi, dan lain-lain. Tapi yang paling dikenal dan utama dari segalanya adalah zine.